Future Is Today

Nyumput Buni Dinu Ca'ang, Nya'angan Dinu Poek..

Benalu Dalam Masalah

Antapani, @myRoom, 27-Des-2007, 00:11am
Sore ini aL sempatin silaturrahmi sbentar ke warnetnya Dhani. And we’ve had a lot of chats there. So much fun, dari ngomongin mindset-nya orang sampe ke batagor. Dari ngomongin manajemen warnet ke ngintip aktivitas pengunjung warnet.. ;)

Nah dari sekian pembicaraan serius dan non-serius aL ma dia.. ehm,, ralat dolo sbentar, prasaan gw madia jarang omong2 serius?! :D Anyway, ada sebuah pembicaraan yang cukup menarik buat disimak. Yaitu kaitan tentang virus komputer sama perusahaan pembuat antivirusnya.
Well, awalnya Dhani ngelemparin konsep bahwa yg namanya perusahaan pembuat antivirus, bisa jadi (dan besar kemungkinan) adalah justru si pembuat virus itu sendiri. Well, aL fikir hal tersebut reasonable juga. Coz, sekarang siapa yang tahu siapa pembuat virus sebenarnya? Apa ada dalam sejarah si pembuat virus yang BENAR-BENAR memproklamirkan diri dalam struktur virusnya?

aL inget dolo waktu masi klas 1 xMP, aL for the first time belajar mengoperasiin komputer. And saat itu di layar kompie gw ada tulisan “UFO-4 by Andre Ahmad Kelapa Gading Jakarta”. Tulisan itu muter-muter terus selama beberapa detik and terus sempet ngilang.

Nah penyakit penasaran gw muncul, gw tanya ama instruktur, “Pak, ini yang sering muncul dilayar apaan sih? ko mengganggu banget ya?”. Eegh, jawaban dia cma gini, “Oooh, itu, biarin aja de. Ntar juga ngilang sendiri..”

Hwa, dodoL banget nih instruktur. And saat itu gw sumpe kaga tau bahwa yang nongol di layar itu adalah salah satu jenis virus! Akhirnya stelah gw tanya sana-sini, gw bisa tau, bahwa itu salahsatu jenis virus yang cukup berbahaya. Nama virusnya Dir-II, dia menginfeksi MBR sama FAT, juga file-file. Wah parah banget degh. Akhirnya ntu virus bisa diilangin liwat program Scan McAffee. aL dapet dari si a’Asep nu boga rental computer Fikri di jalan Cibatu Antapani.

Sampe sekarang tuh kejadian masih gw inget. Bahwa sangat jarang sekali (kalo ga dibilang malah engga ada sama sekali) si pembuat virus yang serius ngajak kenalan. Nama, alamat, noHP, eMail, YM Address, no.KTP, dll. Kalo pun ada yang nyantumin identitas dalam struktur rutin virusnya. Itupun sangat sedikit informasi yang bisa diambil, dan diragukan validitasnya. (takut niyee..)

Tapi, justru ketidakterkenalan si pembuat virus malah membuat aL ma Dhani jadi super curiga. Jangan-jangan perusahaan pembuat antivirus, malah si pembuat virus itu sendiri. Dengan tujuan, ya apalagi kalo bukan….. Profit!

Dhani kasi asumsi dengan berapa total jumlah warga indonesia. (kita bicara virus-virus lokal aja neh). Misal 200 juta-an. Trus coba berapa persenkah yang bisa pake komputer, minimal ngoperasiin office atau maen game. Trus dari sekian persen tersebut, coba persentasekan lagi dengan orang-orang yang bisa programming. Lalu dari programming tersebut dibagi lagi jenis programming nya, ada visual, coding/linear programming, programming bahasa mesin dll.

Nah, kira-kira berapa yang bener-bener jago deh, lalu juga mesti diperhitungkan faktor-faktor yang melatarbelakangi penciptaan virusnya. Apa karena orang tersebut pengen terkenal, depresi / stress, jatuh cinta, atau emang iseng pengen buat sesuatu yang merusak?

Kesimpulan aL ma Dhani, kemungkinan besar kita bisa asumsikan, memang bisa jadi si pembuat virus adalah perusahaan pembuat antivirusnya. Atau malah orang dalam perusahaan tersebut. Dan sudah pasti jika ada tuduhan tersebut, perusahaan akan melakukan langkah-langkah penolakan ketidaktahuan. (Denial of Service, inget term ini ga rekan-rekan hacker?)

Well, lewat ngomong2in virus, gw jadi inget bahwa dalam The REAL world. Ada juga orang yang berperilaku kaya gitu. Taking profits from the Chaotic events! … Frends, ada yang nyadar ga kalo perusahaan Asuransi berprinsip demikian?! :D

Meski mungkin perusahaan asuransi engga sampe (tega benerr) buat chaotic events, tapi dia tetep play with the risks, and they’ve gain the money from it. Menghasilkan uang dari nol menjadi ada.

Setelah aL sempat mempelajari salahsatu konsep asuransi di sebuah perusahaan Asuransi (kebetulan saat ini, 2007) nomor 1 di Dunia. Ternyata dengan sangat menyakitkan, mereka sebetulnya mengambil profit diatas kerugian orang lain!

Ga percaya? Begini deh, setiap perusahaan asuransi pasti engga mau rugi dong. Dengan demikian setiap nasabah yang akan ikut asuransi akan diperiksa secara menyeluruh bahwa barang atau jiwa yang akan diasuransikan tersebut TIDAK AKAN bermasalah di kemudian hari. Dengan demikian jika ternyata barang atau jiwa tersebut selamat atau tidak terjadi ‘Chaotic Event’ di akhir kontrak, maka .. Perusahaan Asuransi akan untung.

Sebaliknya jika ternyata terjadi sesuatu, maka si perusahaan Asuransi harus mengganti kerugian tersebut. Dan ini Loss. Tetapi meski terjadi Loss, sialnya si perusahaan asuransi tetap mendapat UNTUNG! How? dari cara mereka menggunakan Unit Loss Adjuster. Dengan demikian claim yang diajukan bisa sama atau lebih rendah dari kerugian yang sebenarnya terjadi (maksimal dari jumlah uang pertanggungan).

Lalu jika terjadi claim atas barang-barang industri / property, maka perusahaan asuransi bisa mengajukan re-assuransi ke Munich Re-wording. Sehingga si perusahaan asuransi bisa tetap tersenyum menangguk untung.

Nah jika dikemudian hari, si nasabah asuransi yang pernah terjadi ‘ketidak selamatan’ atau ‘Chaotic Event’ tadi tetap menjadi nasabah asuransi. Maka yang terjadi adalah Premi dia diwajibkan naik. Dengan asumsi perhitungan resiko dia juga naik.

Misalnya: Mr.X punya mobil seharga 200jt. Asumsikan nilai premi sebesar 1% dari harga taksir mobil tersebut. Jadi premi yang harus dibayar setiap tahun adalah 2jt. Nah, jika ternyata pada tahun pertama terjadi kecelakaan, dan perusahaan diwajibkan membayar penuh / ganti baru. Maka premi tahun berikutnya sudah pasti harus naik, misal jadi 1,5% dari harga taksir. Sehingga premi tersebut menjadi 3jt.

Kesimpulannya, asuransi ini adalah sebuah sistem yang menurut saya kurang baik (kalo ga mau disebut jahat). Karena they gain profit from the risks. Lha kalo engga terjadi apa-apa, premi sudah pasti (dan seharusnya) turun dong. Dan keuntungan perusahaan justru ikut turun. (baca: Meski demikian perusahaan tetep untung)

Perhatian ke sesama muslim, asuransi terbaik adalah Jaminan dari Alloh swt! Kalopun terjadi ketidak-selamatan atau ‘Chaotic Event’ sama kalian (di dunia ini), bukan berarti Alloh swt tidak sayang terhadap kalian. Tetapi Alloh sedang menguji keimanan kalian dengan kesabaran, ketabahan, keteguhan. Apakah kalian akan tetap istiqomah di jalur-Nya? Dan tetep berusaha sekuat tenaga untuk SEGERA bangkit dari keterpurukan permasalahan? Atau hanya terdiam terpaku menyalah-nyalahkan keadaan dalam keputusasaan, .. dan menjadi seorang muslim yang impoten yang malah tidak mampu berbuat serta memberi solusi apa-apa?

Come on, .. jadilah seorang Ksatria Muslim sejati yang menghadapi uji coba, tantangan, kedukaan, kesedihan, kepahitan dengan senyuman dan pemikiran positif! Bahwasanya, sekalipun hidupmu hancur, tiada sanak saudara, tiada harta benda, tiada materi, kebahagiaan apapun di dunia ini, … kamu masih memiliki Alloh swt yang menyayangi kamu! Memberimu nafas kesempatan untuk segera BANGKIT dari keterpurukan.

Bukannya malah jadi seorang yang CEMEN! Yang ngikut Asuransi hanya atas dasar ketakutan akan kemiskinan, penderitaan, dan kedukaan!

Ingat yang ada di dunia ini kebanyakan hanyalah False-Reality! Sejatinya seorang muslim tidak akan mengikuti Kenyataan Semu ini. Tetapi HANYA mengikuti Kenyataan Sejati, yaitu Alloh swt!

Katakan ini buat sugestimu:
Aku tidak takut miskin, tidak takut menderita, tidak takut kepahitan dalam hidup. Karena yang ada semua disini, di dunia ini hanyalah TITIPAN dari Alloh swt. Dan Alloh swt PALING berhak atas titipan-titipan itu. Karena aku masih memiliki keyakinan, bahwa Alloh swt masih mendengar doa-doaku. Alloh swt masih melihat kondisiku. Alloh swt merasakan isi terdalam dari ruang hatiku.

Dan kalaupun aku akhirnya harus menghadap Alloh swt, aku harus siap mempertanggungjawabkan setiap titipan nikmat ini.

Aku jadikan diriku sebagai seorang muslim yang menghamba secara total kepada Alloh swt. Dan aku jadikan jalan hidup Rasulullah adalah jalan hidupku di dunia dan akhirat.


Unique visitors to post: 0

Categories: Journal

Switch to our mobile site