Gantung Diri Yuue.. #2
Sambungan dari: Gantung Diri Yuue #1
Nah sekarang kita mencoba melihat efeknya jika acara prosesi Gantung Diri itu terjadi pada kita. Saya coba untuk memberikan sudut pandang seoptimal mungkin dengan dalil serta informasi yang saya ketahui.
Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Tetapi dengan cara apakah kita akan mati? .. Wallaahu alam bissawab.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Dimulai saat kita menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya. Aliran darah berhenti bergerak. Bagian telapak kaki kita menghitam, karena itu merupakan tempat perputaran darah terjauh, bila dihitung dari jantung. Selain itu arwah kita juga tercabut dimulai dari ujung terjauh, yaitu kaki. Melalui ubun-ubun kita yang sempit. Itulah sebabnya orang yang sudah meninggal matanya suka mendelik ke atas. Karena dia melihat proses arwahnya pergi keluar dari tubuhnya.
Setelah itu kita tidak akan ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh kita yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah kita akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah kita dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi kita. Ini adalah kesudahan cerita kita di dunia. Mulai saat itu, kita hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.
Sejak itu cuma amal perbuatan kita di dunia yang kita bawa ke alam barzah nanti. Nah, mending kalo kita mengakhiri kehidupan ini dengan sesempurna-sempurnanya amal, lha kalo meninggalnya kaya si Pemuda tadi? Na’udzubillah, namanya Su’ul khotimah atau Akhir yang Buruk.
Kenapa? Pertama dia sudah menduakan Allah swt (Syirik Akbar!). Meski rajin shalat, mengaji, sering shadaqah, baik terhadap sesama dan semua kebaikan berujung pahala lainnya. Tetapi jika dia sudah melakukan dosa Syirik, Allah swt akan menghapus seluruh amalnya. Karena seperti yang kita tau, dosa Syirik itu adalah Dosa yang tiada pernah terampuni! (baca: QS Al-An’aam:88; Az-Zumar:65; An-Nisa’:48; Al-Maaidah:72)
Lha, kok bisa menduakan Allah swt? Yupe, dia sudah menduakan Allah swt, karena dia yakin bahwa TIADA HISAB dari Allah swt BUATNYA NANTI. Yang ada dalam hatinya hanya nafsu CINTANYA kepada seorang Makhluk!
Logikanya gini aja deh, kalau rekans mencintai seseorang, lalu seseorang tersebut selingkuh, perasaan rekans bagaimana? Pasti ngamuk.
Nah sebagai muslim kita dianjurkan untuk HANYA mencintai Allah swt semata. Tiada makhluk yang boleh dicintai melebih daripada-Nya. Dan memang makhluk sangat tidak pantas untuk kita cintai sepenuh hati melebihi atau menyamai cinta kita kepada sang Khaliq.
Kedua, dia sudah membunuh dirinya sendiri, dengan tiada alasan yang sesuai dengan syar’i. Dan oleh karena itu hukumannya adalah neraka jahannam selama-lamanya.
Alesan gara-gara Cinta yang tidak diridhai oleh ortu dan masalah Cinta ditolak adalah alesan yang SANGAT engga baleg dan orang yang melakukannya adalah sangat STUPID. Karena logikanya sekarang si cewe yang dah ditinggal ama cowonya pasti mikir dong, ngapain bobogohan sama yang udah meninggal?! Jiga nu euweuh lalaki sejen wae..
Ketiga, dia sudah kufur nikmat. Ya iyaalaah, Allah swt sudah mengkaruniakan berbagai kelebihan-kelebihan buat kita. Eeh, malah kita bunuh diri. Ibarat kita ngasih makan sama orang, truz orang tersebut malah ngelemparin piring makanan yang kita kasih.
Sebenernya masih banyak hukum membunuh diri dalam Islam, tetapi ini sajalah dulu. Sudah bikin gwa merinding.
Kesimpulan: Membunuh diri adalah perbuatan yang SANGAT merugikan. Jangankan membunuh diri sendiri. Mengharapkan mati saja sudah merupakan bentuk kufur nikmat.
Jadi sepait apapun kehidupan, .. never give up! Karena masih ada Allah swt sang Maha Pengawas serta Maha Mendengar semua keluhan-keluhan kita.
So, masih ada yang mau gantung diri..?
Unique visitors to post: 0
