Future Is Today

Nyumput Buni Dinu Ca'ang, Nya'angan Dinu Poek..

Life is Struggle

Antapani, @MyRoom, 22-5-2007, 01:00am
Sperti janji gwa buat explain everything about ‘Life is Struggle’. Kalo rekans udah ada yang pernah baca postingan gwa tentang After 12 o’Clock pasti tau deh. Nah gwa terusin yah.

As i sez b4, salah satu philosophy gwa adalah ‘Life is Struggle’ bukan ‘Life’s just like a water, let it flow..’. Karena menurut gwa, jika hidup ini mengalir bagaikan air, bakal banyak ‘air’ yang tersangkut entah dimana (sunda: nyangsang). Coz, kalo ada orang yang pernah iseng memerhatikan aliran air. Memang dari hulu terjun ke hilir. Tapi apa ada orang yang memerhatikan apa selama perjalanan tersebut ada air yang tetap bersih? (kita bicara masa kini laah). Atau adakah air yang mulus, engga ada yang nyangkut-nyangkut dulu di suatu semak?

I think the perfect philosophy is that, “Yes, life is just like a water, flow to the sea. But we also need to struggle to fight what will happen within our journey..”

Bahasa Muslimnya, kita mesti percaya takdir, tetapi Allah swt pun mewajibkan manusia untuk berusaha.. mengubah takdirnya. Karena My mom sez, that takdir tuwh ada yang Tidak bisa dirubah (mubror), dan ada yang masih bisa dirubah (ghairu mubror). Maaf kalo salah expelling nya, coz nie theory dah lama banget diinfokannya.

Contoh Takdir yang TIDAK bisa dirubah, cowo-cewe, usia panjang-pendek, hitam-putih, siang-malam dll.
Contoh Takdir yang masih bisa dirubah, pinter-stupid, kaya-miskin, sukses-gagal dll.

Nah dari situ gwa berpikiran bahwa yang dinamakan menjalani keidupan nieh, kita engga perlu menyerah dan menyandarkan segala sesuatunya pada takdir. Misal: Gwa mu pergi ke kantornya Dhani (Kubus Jatinangor) pake motor, tapi gwa engga pake helm and gwa bilang ma diri gwa, “Yaa Allah swt, hidup ntu adalah air, mengalir apa adanya. Kalo Engkau mengambil nyawaku saat perjalanan ini. Saya pasrah kepada Takdir-Mu yaa Rabb..”

Eeh, pas di jalan tiba-tiba (na’udzubillah) terjadi tabrakan and gwa masuk RS. Apa kita bisa bilang takdir? Engga layaw! Allah swt, pasti bakal nanya ma gwa, “Kenapa kamu tetep maksain pergi sambil engga pake helm? padahal Allah swt sudah memberikan jalan keselamatan untuk kamu?!”

Ini persis sama kaya orang-orang nasrani dan Yahudi yang dengan eksplisitnya Allah swt mencantumkan dalam Al-Quran (al-Kariem), bahwa mereka adalah yang disesatkan sesesat-sesatnya. Karena mereka mengakui bahwa Nabi Isa a.s adalah Tuhan! (Terkutuklah orang yang menyamakan Tuhan sebagai Makhluk-Nya) Geus jelas Allah swt, memberikan jalan keselamatan melalui Rasulullah Muhammad saw, tapi da bedegongna teh tidak mengakui.

Sama artinya kalo kita bepergian pake motor, tapi engga pake helm. Kalo pun pake helm, tapi helmnya pecah! Seperti kita tahu, tidak ada Injil di dunia ini yang sama persis kata-perkata-nya. Unlike Al-Qur’an (al-kariem), yang sedemikian terpelihara ayat-ayatnya. Malah gwa pernah baca, apakah ada selain Al-Qur’an, sebuah buku yang isinya selalu dibaca terus-menerus oleh jutaan manusia? Dan kata-katanya sedemikian indah dan selalu sama?

Kembali ke Life is Struggle. Jadi kesimpulan saya adalah, hidup ini adalah perjuangan. Ada menang ada kalah. Tetapi setiap kita kalah, kita harus berjuang kembali untuk menang. Yang jadi esensinya adalah kemenangan bukan terhadap materi / sesuatu yang berharga dimuka bumi. Tetapi kemenangan atas nafsu kita sendiri.

Jangan sampe karena Life is like a water flowing, kita malah terjebak prinsip n’rimo terhadap keadaan. Ada kalanya kita mesti n’rimo, tapi ada kalanya juga kita mesti bertarung dan berjuang habis-habisan untuk dunia ini.

Oom Andrie Wongso bilang, “Jika kamu LEMAH terhadap kehidupan, maka kehidupan akan KERAS terhadapmu. Tetapi jika kamu KERAS terhadap kehidupan, maka kehidupan akan LEMAH terhadapmu..” Yah kurang lebihnya gitulah.. (thanks2him)

Menang – kalah hanyalah istilah. Tetapi kemampuan kita meredam nafsu saat kita menang, dan menguasai keadaan saat kita kalah adalah sesuatu yang sangat penting kita latih saat-saat ini.

Janganlah merasa kalah disaat kita kalah dan merasa diri menang disaat kita menang. Selalu diingat ketakwaan itu lebih penting dari segalanya.

So, Keep Fighting dudes!


Unique visitors to post: 0

Categories: Motivasi

Switch to our mobile site