Future Is Today

Nyumput Buni Dinu Ca'ang, Nya'angan Dinu Poek..

Pentingkah Iklan?

Antapani, @MyRoom, 19-05-2007, 1:42am
Iklan atau Advertising, merupakan hal yang sudah sangat tidak asing lagi di telinga kita. Karena hal itu merupakan kawan akrab kita sehari-hari.

Kita bisa ngelihat iklan di koran, denger di radio, ngelihat di TV, di jalan-jalan raya, di Perempatan, di Kios rokok, dll. Sungguh membuat kita tidak sadar. Bahwa kita ‘dididik’ oleh iklan. Untuk dapat mengeluarkan uang, .. juga di satu sisi menghasilkan uang.

Pemilik perusahaan yang memproduksi atau mendistribusikan sesuatu produk, tentunya engga mau rugi. Setelah barang diciptakan, para distributor (plus marketer) mendistribusikan serta menjejali iklan ke otak para konsumennya. Tujuan mereka hanya satu, .. gimana caranya memindahkan uang dari kantong mereka ke kantong perusahaan?! Dengan cara sesimpatik dan ‘sesopan’ mungkin. :D

Tetapi tanpa iklan, kita tidak mungkin mengenal manfaat sebuah produk. Tanpa iklan kita engga bisa belajar bagaimana mempromosikan manfaat suatu barang. Tanpa iklan negara kita bakal ketinggalan dengan negara-negara lainnya yang sudah sangat maju dalam hal perekonomiannya.

Kesimpulannya, iklan tidak perlu dilarang, hanya mesti dibatasi. Batasan-batasan yang mesti diberlakukan adalah mesti ada etika periklanannya. Lalu engga membawakan misi-misi tertentu yang merugikan umat Islam dan umat manusia secara keseluruhan. Misal, iklan mobil mewah hanya akan menciptakan persepsi hedonis di benak kaum dhuafa.

Di dunia internet pun Iklan sungguh merupakan satu hal yang dibenci (sekaligus disukai). Tetapi sejauh yang saya ketahui, yang membenci iklan nampaknya jauh lebih banyak ketimbang yang menyukai.

Sebetulnya kalo kita coba surfing di dunia maya ini, kita bisa menemukan sebuah artikel menarik tentang pemanfaatan iklan melalui internet. Untuk kita sebagai user internet, kita bisa mengambil sedikit saja manfaatnya, yaitu untuk menambah penghasilan.

Informasi yang saya dapat dari rekan saya (Mr. Dhani, QCes), bahwa iklan di Internet tuwh bisa menghasilkan sejumlah uang hanya dengan membaca iklannya doang. Hal ini berangkat dari pemikiran orang-orang e-Commerce (kaya Mr. Dhani, QCes), bahwa orang yang engga mau baca iklan bisa dimanfaatkan untuk mau membaca iklan dengan kompensasi sejumlah uang.

Ada berbagai macam cara untuk bisa mendapat penghasilan dari iklan tersebut. Saya ambil beberapa saja yaa, .. sisanya? (Dhani sez)..cari wee olangan! Misalnya dengan meng-Add link website pengiklan tersebut di website milik kita. Terus jika ada yang meng-klik link tersebut, kita bisa mendapat penghasilan dari situ (Google_AdSense).

Ada lagi yang sistemnya berupa file yang mesti diinstall di komputer kita (engga bisa di warnet), dan setiap sebelum kita online, si file tersebut mesti diaktifkan dulu. Sehingga selama kita online / connect ke jaringan Internet, file tersebut mencatat berapa lama dan iklan jenis apa saja yang muncul, lalu mengirimkan data-data tersebut ke sentral iklannya. Dan kita bisa mendapat penghasilannya. Sistem beriklan ini dimiliki oleh perusahaan AGLOCO (A Global Community). Bahkan yang saya tahu dari Mr. Dhani, Agloco ini memiliki sistem referral juga. Artinya untuk bisa join di Agloco, kita mesti memiliki referrer, yang bisa mereferensikan Agloco untuk kita. (Mirip MLM, tapi engga bayar! Malah kita yang dibayar gara-gara ikutan ini :D)

Nah, lain halnya kalo dalam keseharian kita di dunia nyata ini. Meski iklan juga banyak dicap sebagai sesuatu yang sangat menyebalkan. Tetapi perbedaannya dengan dunia internet, kalo di dunia nyata ini, mau tidak mau, suka tidak suka, kita HARUS melihat iklan. Tanpa bisa menolak, apa yang terkandung dibalik iklan tersebut. Efeknya kita malah jadi lebih konsumeris! Jadi sering belanja. Sering bermimpi yang mewah-mewah. Senang berangan-angan dll. Akibat jangka pendeknya, uang bulanan cepat habis. Dan akibat jangka panjang, orang-orang di Indonesia malah jadi engga suka investasi ke hal-hal yang lebih positif. Malah kebanyakan cenderung memilih memiliki sesuatu dengan cepat, yaitu melalui jalur kredit.

Tetapi di dunia Internet kita memiliki pilihan, apakah kita mau melihat iklan ataukah tidak? .. mau mendapat penghasilan tambahan ataukah tidak? :D

Kesimpulan, iklan seperti pedang bermata dua. Satu sisi bermanfaat, dan sisi lain sangat merugikan. Yah, tinggal persepsi serta hati nurani kita yang bisa menjadi filter yang sangat ampuh untuk menyeleksi itu semua.


Unique visitors to post: 1

Categories: Journal

Switch to our mobile site