Konsep Bank Syariah
Antapani, @myRoom, 2-05-2007, 02:37am
Malam semakin larut, dan diriku pun semakin ateul pengen menumpahkan semua konsep yang berputar-putar hebat di dalam uteuk. ![]()
Okay, kita coba belajar menguraikan gimana sih sebenernya konsep Bank Syariah? (Sigue enggak ketinggalan-ketinggalan amat khan bahas ini?!).
First, secara prinsip dasar perbankan hampir sama. Bank tuh tempat kita nyimpen duit, barang berharga, tempat kita transfer duit, dapet kredit dll. Hanya saja, basically diantara mereka berdua tuh ada perbedaan dikit aja. (kaya pasangan ajah)
Kalo Bank Konvensional (sigue singkat BK … ah jangan deh kaya obat terlarang, Bank Umum aja deh, jadi BU), sistem perbankan-nya mengenal sistem Bunga bank yang di dalam hukum Islam tuh definitely hukumnya HARAM (baca deh: QS. Al-Baqoroh ayat 275-279). Sementara kalo di Bank Syariah (sigue singkat BS), menggunakan sistem Profit Sharing (alias Bagi-Hasil).
Eh, main vonis ajah, buktinya apa nih?
Nah, ini die nih, kita semakin dalam aja nih ngomongnya, di dalam sistem BU, dikenal sistem kredit bunga berbunga. Jadi misalnya: si Encep pengin beli motor, trus minjem duit ke BU, yah ama si BU di kasi duitnya, terus selanjutnya dikasi aturan sekian bulan tuh duit mesti dibalikin … Plus bunga-bunganya!
Nah ini sistem bunga yang definitely ENGGA dibolehin sama sekali dalam Islam. Jadi kalo dalam BS, tuh sistem yang dipake adalah sistem jual beli (murobahah). Sehingga kalo katakan si Encep tadi pengen beli motor di BS, ya.. ama si Bank dikasihnya Motornya langsung. Kaga duitnya! Terus si Encep cuma tinggal bayar doang cicilan kreditnya ke BS. Beres deh.
Lhooh, sama aja khan pinjem duit ke Bank, trus dibeliin motor, … terus nyicil?
Jelas engga lahh, kalo dalam BU, DUITNYA yang dikasihin sama si Encep. Lha kalo di BS, BARANGNYA yang dikasihin. Walaupun sama-sama nyicil sekian bulan-eun.
Jadi dalam penerapan sistem BS, tuh engga ada sistem ‘bank kasi duit, terus bank minta duit lebihnya atau bunga’ (ini yang dimaksud riba). Tetapi adalah sistem jual-beli, yaitu ‘bank beliin motornya, ..terus barangnya dijual lagi ke nasabah (setelah ditambahin profit margin buat banknya), lalu nasabah nyicil ke bank’.
Selain itu, dalam proses cicilan, bank syariah tidak terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar rupiah. Sehingga engga ada tuh namanya penyesuaian nilai bunga. Lain halnya dengan Bank Umum, kalo nilai bunga lagi gede, ya yg kredit juga bunganya naik, kalo turun ikut turun. Sementara kalo dalam Bank Syariah tuh FLAT (sesuai akad sejak pertama)!
Terus yang kedua, di dalam sistem perbankan Syariah, ada yang namanya Dewan Pengawas Syariah (DPS). Gawena naon yeuh? .. ya sesuai namanya ngawasin sistem perbankan ybs agar sesuai dengan kriteria-kriteria perbankan Syariah serta melaporkan ke Bank Indonesia sebagai bank Induk di Indonesia. Sehingga jika masyarakat menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan perbankan yang katanya menerapkan sistem Syariah, masyarakat bisa lapor ke DPS tersebut. Keren ya bro’, kaya DPR wae..
Yang Ketiga, dana nasabah yang didapat oleh fihak Bank Syariah TIDAK dianggap sebagai satu kesatuan modal dengan bank. Tetapi disebut sebagai Dana Pihak Ketiga. Sehingga dalam perbankan Syariah lebih jelas sekali fihak bank memperlakukan dana nasabah sebagai dana AMANAH (titipan) dan sama sekali bukan milik Bank itu sendiri!
Truz, apa sih kelebihan-kelebihannya Bank Syariah?
Nomer 1, Buat nasabah, InsyaAllah dapet pahala dan Barokah! Karena InsyaAllah kita sudah berusaha menghindari dari dosa RIBA. Dalam QS. Al-Baqarah 278-279 (sigue simpulkan aja deh), disitu disebutkan bahwa barangsiapa yang tetep keukeuh menggunakan sistem RIBA dalam perniagaannya, bakalan diperangi Allah swt dan Rasul-Nya saw!! Hiiy..
Bahkan dalam beberapa sumber yang sigue pernah baca, ayat yang menjelaskan bahwa ‘Allah swt dan Rasul-Nya saw akan memerangi makhluknya’, HANYA terdapat pada ayat ini. Berperang itu kalo dari kaidah makhluk, lebih ke arah emosi dan penetapan secara TEGAS ke makhluk lain. Sehingga bisa kebayang-lah, dosa musyrik, dosa membunuh dan dosa-dosa besar lainnya lebih ringan kadarnya ketimbang dosa RIBA. (matak kudu sieun tahh) ![]()
Nomer 2, Membantu Membangun Perekonomian Negara! Udah jelas lahh..
Nomer 3, Menguntungkan! Karena menggunakan Sistem Bagi-Hasil (Profit Sharing).
Nomer 4, Lebih aman! Kalo kalian tau kejadian waktu krisis moneter 1997-1998 silam, Bank-Bank Umum sedang pusing-pusingnya mengatur nasabah, karena terjadi Rush (penarikan dana besar-besaran oleh nasabah). Karena pada takut uangnya hilang. Sementara Bank Muamalat malah adem ayem aja tuh. Karena tidak terpengaruh sama sekali dengan fluktuase dollar terhadap rupiah (karena tidak pake sistem bunga).
Nomer 5, menurut sigue sih, … Lebih modern! Karena justru trend perbankan masyarakat Eropa sekarang sedang intense-intensenya menyikapi pola perbankan syariah ini. Sebetulnya sebelum adanya sistem perbankan konvensional sekarang ini (yg menggunakan sistem bunga), konsep Bank Syariah telah lama hadir. Tetapi pada beberapa negara (khususnya Eropa), konsep Bank Syariah ini dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Tetapi kalo kita lihat Sejarah Peradaban Islam, justru hal itu merupakan kemunduran, karena setelah Islam hadir, melalui Rasulullah saw, beliau bersabda bahwasanya RIBA Jahiliyah telah dihapuskan. Asumsi sigue, maksud RIBA Jahiliyah itu adalah sistem bunga yang berkembang sekarang ini! Jadi menurut sigue, .. Bank Syariah LEBIH Modern. ![]()
Oleh karena itu sebagai Muslim kita harus yakin seyakinnya: dikarenakan sumber aturan perbankan yang dipakainya adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka InsyaAllah konsep perbankan Syariah ini akan abadi selamanya dan tidak pernah usang.
Nomer 6, Terlepas dari efek langsung dan tidaknya, sistem perbankan yang menggunakan metode konvensional sangat rentan terhadap efek fluktuatif yang dikenal ‘Bubble Gum Economic’ yang sangat merugikan. Bisa dilihat juga kasus krisis moneter tahun 1998 lalu, saat perekonomian Indonesia lumpuh. Bahkan sampe narikin dana dari masyarakat. Negara Malaysia (yang udah lama menerapkan sistem syariah pada sistem Perbankannya), malah adem ayem aja. Dan hebatnya dalam jangka beberapa tahun saja mereka sudah pulih seperti sedia kala. Ari nagara urang kumaha?! ![]()
Kesimpulan: Segera buka rekening di Bank Syariah (nu mana wae), serta manfaatkan segala fasilitasnya! Karena kita sudah diinstruksikan secara TEKSTUAL di dalam Al-Qur’an, serta keberadaan Bank Syariah tersebut sudah lama ada!
Okeh, ditunggu komens-nya please … Gitu aja kok repot!
Tos ah, tunduh yeuh.. wassalaam.
Unique visitors to post: 4

Hanya saja, untuk kelancaran transaksi perbankan kedepannya, memang sih disarankan ke bank-bank yang terdekat di daerah kmu. Karena biasanya (kalau diperlukan) bank akan konfirmasi ke alamat yang tertera di kartu identitas kmu. Misal: kmu diikutsertakan pada program tabungan berhadiah umroh. Otomatis nama pemenang yang tercantum di rekening mesti dikonfirmasi dong.
Saran saya, lebih baik kalau buka rekening nya di Bank Muamalat aja (bukan promosi nih :D
Thanks for commenting..
hidup lah bank syariah…..!!!
tapi ngemeng2 saya teh lagi liur yeuh mw bikin skripsi tentang masalah perbankan. mun tiasa mah tulung atuh kirimin artikel yang bisa ngegambarin secara kongkrit bedanya sistem bunga pada BU dan sistem bagi hasilnya BS sebagai referensi buat skripsi sayah.. diantosnya, hatur nuhun..!!! wassalam
Â
Alhamdulillaah, ada beberapa artikel menarik tentang hal tersebut. (hasil searchin’ di int’net dan beberapa telaah di beberapa buku syariah).
Ngan masalahna sayah kudu menghubungi anda kamana?
@tunggul:
wa’alaykum salaam wr.wb.
Thanks udah kasi komens. InsyaAllaah saya akan cuba menjawab pertanyaan anda seakurat mungkin.
Pertanyaan anda yang pertama, ‘bagaimana strategi BS menghadapi (membentuk image) untuk berkembang dan maju khususon di di NKRI (byak orang2 non muslim) yg notabene masih berkuasa di perbisnisan di RI ini’?
Menurut saya, saat ini BS justru semakin diminati oleh para pebisnis di RI (baik muslim maupun yang non) karena pola-pola bisnis yang dikelola oleh bank yang berbasis syariah dipandang cenderung stabil (NPL-nya cukup rendah) dan dipertimbangkan cukup aman dari resiko (walau yang namanya resiko dalam berbisnis sudah tentu pasti selalu ada).
Mengenai bank-nya A’Gym, mohon maaf saya tidak berkompeten untuk menjawab hal tersebut. Karena jawaban atas permasalahan tersebut akan menjadi bias dan cukup subyektif. (mestinya anda langsung pertanyakan ke yang bersangkutan)
Lalu mengenai pertanyaan anda yang kedua, ‘klo kita (negara RI) menghapus BU menjadi BS, maka sistem perkonomian dunia akan dikuasai oleh golongan orang2 golongan liberal’?
Mohon maaf disini perlu anda coba untuk telaah lagi secara lebih mendalam, dimana sebenarnya letak perbedaan antara Bank yang dikuasai oleh golongan Liberal dan yang tidak? Karena setahu saya justru sistem yang diusung oleh BU sejak dulu adalah konsep2 perbankan yang diadopsi dari kaum Yahudi (Liberalist; pemuja kebebasan). Dimana mereka sangat jago dalam hal pemelintiran (remake?) konsep-konsep RIBAwi. Dan konsep hasil ‘twisting’ inilah yang diadopsi oleh kaum nashara, lalu diadopsi lagi oleh kita.
Dan kalau kita tinjau sejarah lebih jauh lagi, dulu disaat Nabiyullaah Muhammad SAW mendapat wahyu dari Alloh SWT untuk menetapkan peraturan mengharamkan RIBA, justru kaum Yahudi-lah yang pertama menolak memberlakukan aturan tersebut, dengan alasan hal tersebut sudah tradisi mereka.
Kalau menurut saya, justru kaum yang merasa ketakutan dalam pemberlakuan BS itulah yang justru adalah kaum Liberal. Seperti Maling yang teriak Maling. Karena jika RI sedari dulu sudah diberlakukan BS seperti sekarang, mungkin resesi nilai tukar mata uang seperti saat ini tidak pernah terjadi.
Saya berharap dan berdoa, insyaAllaah dalam jangka waktu yang tidak lama lagi, semua rakyat Indonesia akan menyadari pentingnya BS dan pemberlakuan sistem syariah di semua aspek bisnis Indonesia. Apalagi jika sudah diberlakukan mata uang dinar di bumi ini. Semoga Rahmat serta Barokah Alloh SWT selalu menyertai kita..
Akhir kata, terima kasih atas komens-nya yang cukup membangun dan menggelitik pusaran pemikiran saya. Jazakumullaah..
Wassalaamu ‘alaykum wr.wb.
Kalo sistem d Bank Umum it pake riba,brarti profitny jg bagian dr riba.dan profit it yg dpke bt gaji karyawan.jd gaji karyawanya uang haram ya?kan riba haram?
Bgaimana tntg hal it?
email hidden; JavaScript is required
Yang Ketiga, dana nasabah yang didapat oleh fihak Bank Syariah TIDAK dianggap sebagai satu kesatuan modal dengan bank. Tetapi disebut sebagai Dana Pihak Ketiga. Sehingga dalam perbankan Syariah lebih jelas sekali fihak bank memperlakukan dana nasabah sebagai dana AMANAH (titipan) dan sama sekali bukan milik Bank itu sendiri!
Tanya: Bisa di perjelas gak maksud dana ketiga i ni gimana lebih rincinya. Lalu bagaimana mereka memutar uang yang sudah terkumpul dari nasabahnya. Apa dia hanya taruh begitu saja, atau dia putar kan kepada pihak yang membutuhkan. Nah kalo dia memutarkan kepada pihak yang membutuhkan, apa dia bagian dari jenis usaha BS itu sendiri atau boleh siapa saja yang berminat ?
Punten ya kang, banyak nanya? Maklum masih gak jelas ni, hehehe…
Mas saya sekarang lg Tesis Hukum, bisa bantu gak data-data tentang Bank Islam.
Andi
0817829727