Future Is Today

Nyumput Buni Dinu Ca'ang, Nya'angan Dinu Poek..

Iklan Bikin Sengsara

Antapani, @myRoom, 1 Mei 2007, Before Lunch

Beberapa saat yang lalu sigue inget sama kejadian beberapa tahun yang lalu. Ketika sigue masih aktif dengan kegiatan ‘kebapak-an’ di daerah sigue. Suatu malem sigue dijemput sama beberapa orang tetangga rumah, p’Kusman (Almarhum), p’Jajang, p’Endang dll. Seperti biasa setiap malem-malem tertentu sigue kena jadwal ronda malem.

Nah yang asik waktu sigue ngeronda itu, bukan karena ada bangsat yang dateng ke komplek, tapi acara kupas bincang alias gosip! (-hahaha- cowo juga bisa ngegosip yee?!). Tapi eits! tunggu dulu gosip-nya bukan ngomongin orang, gatau siapa yang mulai, kita ngomongin masalah kondisi negara.

Pertama ada yang memulai, katanya negara kita dibuat sengsara gara-gara (maaf, bukan rasis) masyarakat pendatang yang matanya S—t, dan kulitnya putih. Namanya masyarakat ‘You-Know-Lah’. Truz, katanya kalo yang namanya orang ‘You-Know-Lah’, gampang banget dapet fasilitas dari negara. Sehingga dengan mudah mengembangkan bisnis serta kekayaannya di Indonesia. Sementara kita sebagai warga negara asli, hanya jadi kuli alias ‘kekesed’.

(Mengingat latar belakang beliau, beliau memang kerja di perusahaan ‘You-Know-Lah’, dan jadi staf rendahan. Seringkali merasa kesulitan keuangan.)

Lalu ada yang menimpali, “Ah, engga juga..” katanya justru masyarakat ‘You-Know-Lah’ sangat membantu perekonomian negara kita. Karena dengan bisnis mereka, maka cukup banyak lapangan pekerjaan dibuka bagi masyarakat kita. Bahkan efeknya jika orang-orang ‘You-Know-Lah’ hengkang dari bumi indonesia. Akan sangat banyak rakyat indonesia yang tidak punya pekerjaan. Sementara untuk mengembangkan bisnis sendiri mereka engga sanggup (dengan alasan keterbatasan modal dan skill).

Kata beliau yang ini, justru segolongan elit dari masyarakat kita sendiri-lah yang jadi oknum pengacau perekonomian kita.

Keukeuh dan bersiteru dengan pendapatnya, si bapak yang ‘memulai’ menimpali, justru masyarakat ‘You-Know-Lah’ yang bekerja sama dengan oknum tersebut! Akibatnya terjadi penggumpalan perekonomian HANYA di sektor-sektor tertentu (perbankan misalnya).

Dibales lagi sama si bapak yang ‘menimpali’, wah engga bisa kaya gitu. Karena andil orang-orang ‘You-Know-Lah’ yang bisa menggerakkan roda perekonomian. Mereka dengan sangat ulet membangun bisnis di Indonesia dari NOL. Sementara sangat jarang pengusaha kita yang bisa dikatakan ulet serta tangguh menghadapi persaingan.

Well, si bapak yang ‘memulai’ gak mau kalah, .. bukannya engga ada yang ulet. Kitapun bisa (katanya), hanya saja kita tidak ada jalur khusus untuk mendapat sumbangan dana. Tidak seperti masyarakat ‘You-Know-Lah’ yang punya jalur khusus sedemikian rupa. Sehingga secara modal mereka cukup ‘menjual’ marga-nya dan bisa mendapat modal dengan mudah.

……… nah, ngomong-ngomong ari sigue dari tadi ngapain aja?! Well, awalnya sigue sih cuman merhatiin aja silang pendapat ini. -hehehe- lucu juga and seru merhatiin yang debat ini. Tapi dirasa-rasa gatel juga nih pengen ngomong. Akhirnya sigue ngomong ke mereka berdua..

“Ah pa’, nu salah mah Iklan pa’!” …… kedua bapak yang debat langsung silih-pelong!! :D

“naha?! Naon hubunganna jeung obrolan urang?!”, kata si bapak yang ‘memulai’.
“Iyah cep, naon hubunganna?”, kata si bapak yang ‘menimpali’.

“Iyah, menurut sayah mah pak. Kalo iklan tidak sebegitu mempesona serta menggoda kita, sepertinya perekonomian kita tidak akan kacau. Sok ajah renungkeun..

Di suatu pagi, di hari minggu, di akhir bulan (nan indah), ada seorang anak yang sedang asyik menonton film Dragon BallZ, terus tiba-tiba saatnya slot iklan dimulai. Muncul iklan mobil-mobilan yang pake remote control. Well, akhirnya si anak tuh jadi panasaran (da hayangeun mobil).

Ngomong ajah sama ibunya, ‘ma, hayang momobilan siga nu dina TV’.

Ibuna yang lagi masak ngomong, ‘jug kasi bapa.. ema keur masak. Bejakeun kituh si ema keur teu boga duit!’.

Terus ajah si budak teh dateng ke Bapaknya, ‘Pa, ceuk si ema pangmeulikeun momobilan nu make remot kawas dina TV. Engke dibere sesuatu cenah..’ (politik budak yeuh) :D

Bapakna yang lagi maca koran teh bingung, euleuh siah jaba akhir bulan, sedang tidak punya uang. Akhirnya, ‘Bejakeun deui we kasi ema, keur teu boga duit. Ari masalah sesuatu mah bisa dibicarakan!’.

Atuh si budak teh ceurik.. Dan ini jadi bahan pikiran si bapak! Kesimpulan yang terlintas di fikirannya, ‘Kuma carana sayah bisa memenuhi keinginan si budak dan si ema?!’ :D

Akhirnya dalam pekerjaannya si Bapak jadi tidak bisa konsentrasi dan memikirkan jalan keluarnya. Nah dalam kondisi rieut kitu, datanglah tukang suap yang mau ngasi duit. Yahh, da dasarna keur butuh.. diterima sajah duit teh.

Akibatna budak jadi oge dibeulikeun mobil-mobilan, si ema dikasih ‘sesuatu’ tea.. dan si bapa?! ditewak pulisi gara-gara KKN! :D

Kesimpulanna mah … ceuk sayah mah negara kita sengsara Gara-gara Iklan.. Titik!!”

Si bapa-bapa nu ngaronda pating haruleng.. :D


Unique visitors to post: 0

Categories: Journal

Switch to our mobile site